Nama saya Eldoris Lingga sekarang umur saya 18 tahun. Saya mendapatkan tugas dari dosen mengenai resolusi untuk 10 tahun untuk saya. Resolusi kedepan saya harus bisa menjadi sarjana 1 tepat waktu , setelah menjadi sarjana kemungkinan saya mencari kerja dulu , saya sangat ingin sekali sebagai pegawai negeri sipil suatu saat karena pekerjaan itu mendapatkan tunjangan untuk hari tua. Jika saya sudah mendapatkan pekerjaan itu selanjutnya saya juga harus membangun istana impian untuk anak dan istri terlebih dahulu karena saya tidak mau repot kelak jika sudah menikah dan lebih baik saya membangun istana impian sebelum menikah. Jika istana saya sudah selesai kemungkinan saya harus menikah , karena saya juga tidak bisa hidup sendiri harus ada pendamping hidup dan mempunyai anak sebagai pelengkap dalam keluarga. Setelah menikah dan Tuhan memberikan rejeki lebih , saya juga akan melanjutkan studi saya menjadi sarjana 2 atau magister supaya ilmu saya semakin bertambah lagi dan bisa terampil lagi dalam bekerja dan juga bisa dapat naik jabatan dalam suatu instansi yang saya bekerja . Resolusi lain adalah ingin sekali mengajak orang tua dan keluarga kecil saya pergi ke Yerusalem karena itu merupakan salah satu kota suci untuk umat kristiani , bisa beribadah dengan mereka dan alasan lain karena ibu saya ingin sekali kesana. Mungkin hanya itu yang saya sampaikan mengenal resolusi 10 tahun ke depan .dan mohon maaf jika dalam penulisan ini ada yang salah dan kurang lengkap. Sekian Terima Kasih
Selasa, 31 Maret 2015
SEJARAH PEREKONOMIAN INDONESIA
Saya menuliskan secara singkat mengenai sejarah perekonomian di negara kita indonesia.awal mula nya bangsa belanda datang ke indonesia melalui banten oleh Cornelis De Houtman ,sebab kedatangan bangsa belanda karena sejak tahun 1585 belanda di larang berdagang di Lisabon (ibukota portugis) yang merupakan sumber rempah- rempah dan Belanda ingin mengambil langsung rempahrempah dari indonesia dari situ belanda mulai menjajah negara kita
Sejarah awal perekonomian indonesia.
Pada Masa kolonial
Pada masa ini belanda mendidirikan VOC( Verenigde Oose Indische), dengan tujuan agar ada persaingan di antara para pedagang belanda dan supaya harga rempah-rempah merosot akan tapi kelamaan VOC mengalami kemunduran karena salah faktor nya rendahnya gaji pegawai VOC menyebabkan terjadinya korupsi dan memiliki banyak hutang. Lalu VOC di bubarkan .Lalu Gubernur Van Den Bosch pada tahun (1830-1870) menciptakan Tanam Paksa dengan tujuan untuk mengisi kas negara yang kosong, akibatnya terjadi persaingan diantara pemilik perkebunan untuk menyetor lebih kepada raja dan rakyat (pekerja perkebunan) semakin menderita.
Pada masa Jepang
Pada tanggal 1 maret 1942 jepang pertama kali ke indonesia melalui tiga tempat teluk banten,Eretan(Indramayu) , Karangan (jateng). Pada masa itu jepang dalam bidang ekonomi melakukan politik dumping yang merupakan Barang produksi Jepang dijual lebih murah di luar negri dibandingkan di dalam negri supaya agar dapat simpati dari rakyat indonesia.
Pada Masa Kemerdekaan
Pada masa ini Indonesia sedang mempersiapkan kemerdekaan itu oleh karena itu indonesia sudah membentuk persiapan kemerdekaan.
1. BPUPKI yang dibentuk Jend. Kumakici Harada, BPUPKI bertugas untuk menyusun dasar negara serta UUD
2. Pada tahun 1945 tepatnya pada tanggal 10 Juli panitia BPUPKI mencapai keberhasilan dalam merumuskan dasar negara serta membahas perumusan UUD
3. Pada tahun 1945 tepatnya tanggal 11 Juli panitia yang merancang UUD bersepakat untuk menjadikan Piagam Jakarta untuk pembukaan UUD
4. Pada tahun 1945 tepatnya pada tanggal 14 Juli, panitia kecil BPUPKI yang dipimpin oleh Supomo melaporkan hasil dari Panitia Perancang UUD
Pada Masa Orde Lama
Pada masa awal kemerdekaan pemerintah mengambil kebijakkan pemerintah Republik indonesia untuk mengeluarkan uang ORI memiliki dua signifikansi utama. Pertama, untuk menekan inflasi yang akan disebabkan oleh beredarnya mata uang asing di Indonesia. Kedua, untuk menstabilkan harga-harga barang yang tidak tergapai oleh daya beli masyarakat. Lalu pemerintah indonesia menerapkan strategi untuk membuat sebuah kontak dagang langsung dengan negara asing.
Pada Masa Demokrasi Parlementer
Pada masa demokrasi parlementer , untuk mengatasi masalah kesenjangan sosial, pada 19 maret 1956, kongres Nasional Importir Indonesia mengeluarkan kebijakan Gerakan Assaat gerakan itu mendorong pemerintah mengeluarkan peraturan yang dapat melindungi pengusaha pribumi dalam persaingan dengan pengusaha non pribumi
Pada Masa Demokrasi Terpimpin
Pemerintah melaksanakan konsep ekonomi terpimpin dengan tujuan mewujudkan masyarakat sosialis indonesia.
Pada Masa Orde Baru
Pada awal masa dipimpin oleh Soeharto. Pada masa itu pemerintah harus dihadapkam oleh hutang peninggalan Orde lama yang mencapai 2,2-2,7 miliar dolar Amerika Serikat. Untuk menanggulanginya, Soeharto mencanangkan berbagai kebijakan-kebijakan ekonomi dalam dan luar negri. Lalu pemerintah mengeluarkan Peraturan 28 juli 1967. Tujuannya adalah agar para pengusaha Indonesia dapat turut serta untuk merangsang perkembangan perekonomian.
Pada Masa Reformasi
Agenda reformasi yang mengedepankan perbaikkan ekonomi bangsa tetap menjadi fokus utama setiap pemerintahan di Indonesia. Perwujudan lapangan pekerjaan menjadi hal yang kongkret untuk multi dimensi tersebut. Paket kebijakan yang ditawarkan IMF tersebut tidak bersifat on the ground solutions. kebijakan-kebijakan tersebut hanyalah melihat dari satu sudut pandang saja yaitu sudut ketahanan ekonomi.
Mungkin hanya itu yang saya sampaikan mengenal Sejarah Perekonomian Indonesia, dan mohon maaf jika dalam penulisan ini ada yang salah dan kurang lengkap dan semoga menambah wawasan anda . Sekian Terima Kasih
Referensi
Buku sejarah kelas XII KTSP 2006, ESIS
Kamis, 22 Januari 2015
AFTA dan NAFTA
Asean
Free Trade Area (AFTA)
AFTA atau kawasan perdagangan bebas
adalah suatu bentuk kerja sama negara-negara anggota ASEAN untuk membentuk
kawasan perdagangan bebas. Pembentukan AFTA berdasarkan pertemuan para Menteri
Ekonomi anggota ASEAN pada tahun 1994 di Chiang Mai, Thailand.
Pertemuan Chiang Mai menghasilkan tiga keputusan penting sebagai berikut.
Pertemuan Chiang Mai menghasilkan tiga keputusan penting sebagai berikut.
- Seluruh anggota ASEAN sepakat
bahwa pembentukan kawasan perdagangan bebas dipercepat pelaksanaannya dari
tahun 2010 menjadi 2005.
- Jumlah produk yang telah
disetujui masuk dalam daftar AFTA (inclusion list/IL) ditambah dan semua
produk yang tergolong dalam temporary exclusion list/TEL secara bertahap
akan masuk IL. Semua produk TEL diharapkan masuk dalam IL pada tanggal 1
Januari 2000.
- Memasukkan semua produk pertama
yang belum masuk dalam skema common effective preferential tariff (CEPT)
yang terbagi sebagai berikut.
- Daftar produk yang segera masuk
dalam IL menjadi immediate inclusion list/IIL mulai tarifnya menjadi 0–5%
pada tahun 2003.
- Produk yang memiliki
sensitivitas (sensitive list), seperti beras dan gula, akan diperlakukan
khusus di luar skema CEPT.
- Produk dalam kategori TEL akan
menjadi IL pada tahun 2003.
Negara-negara
anggota ASEAN menggagas melaksanakan AFTA dengan tujuan:
1) meningkatkan perdagangan dan spesialisasi di lingkungan keanggotaan ASEAN;
2) meningkatkan jumlah ekspor negara-negara anggota ASEAN;
3) meningkatkan investasi dalam kegiatan produksi dan jasa antaranggota ASEAN;
4) meningkatkan masuknya investasi dari luar negara anggota ASEAN.
1) meningkatkan perdagangan dan spesialisasi di lingkungan keanggotaan ASEAN;
2) meningkatkan jumlah ekspor negara-negara anggota ASEAN;
3) meningkatkan investasi dalam kegiatan produksi dan jasa antaranggota ASEAN;
4) meningkatkan masuknya investasi dari luar negara anggota ASEAN.
North
American Free Trade Area (NAFTA)
Kawasan bebas perdagangan ternyata
tidak hanya dimiliki oleh negara-negara anggota ASEAN. Di kawasan
Amerika Utara kesepakatan untuk membentuk kawasan bebas perdagangan juga
dilakukan kebijakan ekonomi tersebut North American Free Trade Area
(NAFTA). NAFTA dibentuk oleh negara Amerika Serikat, Kanada, dan
Meksiko. Kesepakatan untuk membentuk kawasan perdagangan bebas dilakukan pada
tanggal 12 Agustus 1992. Namun, pelaksanaan NAFTA dimulai pada awal tahun 1994.
Tujuan yang ingin dicapai dengan diberlakukannya NAFTA, antara lain:
Tujuan yang ingin dicapai dengan diberlakukannya NAFTA, antara lain:
- meningkatkan kegiatan ekonomi
para anggota;
- mengusahakan standarisasi
barang-barang yang diperdagangkan;
- meningkatkan pelayanan pada
konsumen dengan mengutamakan aspek keselamatan, kesehatan, dan ramah
dengan lingkungan;
- mengatur keseimbangan ekspor
dan impor di antara anggota.
Sumber
: http://bangseko.blogspot.com/2014/11/organisasi-kerja-sama-ekonomi-regional.html
7 tips manajemen keuangan bagi usaha kecil dan menengah
Kebanyakan
entrepreneur lebih tertarik pada ide-ide bisnis mereka dan menganggap manajemen
keuangan adalah hal yang akan berjalan dengan sendirinya. Mereka berpikir jika
bisnis bagus, keuangan juga akan sama bagusnya. Jika usaha untung, maka uang
akan mengalir begitu saja.
Anggapan
tersebut ada benarnya, namun dapat menyesatkan. Memang benar, sumber kas usaha
adalah penjualan dan keuntungan. Namun bisnis tidak sekedar bagaimana
menghasilkan uang, melainkan juga bagaimana membelanjakan dan mengendalikannya.
Manajemen
keuangan bukan sekedar bagaimana memanajemen uang kas. Tapi lebih dari itu,
manajemen keuangan adalah bagaimana anda mengelola kekayaan untuk menghasilkan
keuntungan dan memanfaatkan sumber-sumber modal untuk membiayai usaha. Meski
sederhana, pengusaha kecil dan menengah pun perlu menerapkan prinsip-prinsip
manajemen keuangan. Berikut beberapa dasar manajemen keuangan bagi UKM.
1.
Pisahkan uang pribadi dan usaha.
Kesalahan
paling umum yang dilakukan pengusaha UKM dalam mengelola keuangan adalah
mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Mungkin karena usaha masih kecil,
anda berpikir tidak masalah jika mencampur uang usaha dengan uang pribadi.
Namun yang kebanyakan terjadi, anda sulit membedakan pengeluaran pribadi dan
usaha. Walhasil, keperluan pribadi sedikit demi sedikit menggerogoti saldo uang
usaha. Pisahkan uang secara fisik. Jika perlu siapkan dua kotak atau amplop
atau dompet penyimpanan uang yang berbeda. Lebih baik lagi, jika anda menggunakan
jasa perbankan. Buka rekening yang khusus digunakan untuk bisnis. Dan yang
paling penting, bersikaplah disiplin dalam menerapkan pemisahan ini.
2.
Rencanakan penggunaan uang.
Bahkan
saat anda memiliki modal lebih banyak dari yang anda kira, anda tetap harus
merencanakan penggunaan uang anda sebaik mungkin. Jangan hambur-hamburkan uang
meski saldo kas anda tampaknya berlebihan. Tanpa perencanaan yang matang,
segera saja anda akan menemukan diri anda dalam keadaan kekurangan dana.
Sesuaikan rencana pengeluaran dengan target-target penjualan dan penerimaan
kas. Urungkan rencana-rencana belanja modal jika tidak memberikan manfaat dalam
meningkatkan penjualan atau menurunkan biaya-biaya. Lakukan analisa “cost and
benefit” atau “untung rugi” untuk meyakinkan bahwa penggunaan uang anda tidak
bakal sia-sia dan memberikan return yang menguntungkan.
3.
Buat buku catatan keuangan.
Bisnis
tidak cukup dikelola berdasarkan ingatan, melainkan dengan catatan yang
lengkap. Minimal anda wajib memiliki buku kas yang mencatat keluar masuknya
uang. Lalu cocokkan setiap hari saldo uang dengan catatan anda. Ini untuk
mengontrol lalu lintas uang dan memastikan tidak ada uang yang terselip.
Selanjutnya tingkatkan kemampuan administrasi anda untuk mencatat penjualan dan
biaya-biaya. Tidak kalah penting, anda juga harus mencatat saldo-saldo hutang
piutang, persediaan dan aset-aset tetap anda. Jika mampu, gunakan sistem
komputer untuk memudahkan proses pencatatan. Dan alangkah lebih baik lagi jika
anda bisa menerapkan sistem akuntansi yang memadai.
4.
Hitung keuntungan dengan benar.
Tugas
anda sebagai pengusaha adalah menghasilkan keuntungan, namun tahukah anda
berapa keuntungan yang telah anda dapatkan? Menghitung keuntungan dengan tepat
sama pentingnya dengan menghasilkan keuntungan itu sendiri. Bagian yang paling
kritikal dalam menghitung keuntungan adalah menghitung biaya-biaya. Sebagian
besar biaya bisa diketahui karena melibatkan pembayaran uang tunai. Sebagian
yang lain tidak berupa uang kas, seperti penyusutan dan amortisasi. Sebagian
lagi belum terjadi namun perlu dicadangkan untuk dikeluarkan di masa mendatang,
seperti pajak dan bunga pinjaman.
5.
Putar arus kas lebih cepat.
Jangan
hanya berpusat pada keuntungan. Manajemen keuangan meliputi juga bagaimana anda
mengelola hutang, piutang dan persediaan barang dagangan. Banyak usaha
mengalami kesulitan kas meski catatan akuntansi mereka menunjukkan angka
berwarna biru. Perhatikan bagaimana anda memutar kas. Putaran kas anda melambat
jika termin penjualan kredit anda lebih lama ketimbang kulakannya, atau jika
anda harus menyimpan persediaan barang dagangan. Anda harus mengusahakan termin
penjualan kredit sama dengan pembelian kredit anda. Anda juga harus mampu
menekan tingkat persediaan sedemikian rupa agar tetap dapat memenuhi order
namun tanpa membebani keuangan.
6.
Awasi harta, hutang dan modal.
Secara
berkala, anda perlu memeriksa persediaan di gudang dan memastikan semuanya
dalam keadaan lengkap dan baik. Namun sebelum anda bisa melakukan itu, anda
perlu mempunyai administrasi yang memadai untuk mengontrol semua itu. Hal yang
sama perlu anda lakukan terhadap piutang-piutang kepada pembeli dan
tagihan-tagihan dari suplier. Anda tidak mau ada tagihan yang macet atau
kedobelan membayar kepada suplier gara-gara catatan anda berantakan. Jika anda
tidak mampu melakukan semua itu sendiri, anda dapat mempekerjakan bagian
keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa
harta kekayaan usaha anda selalu terjaga dengan baik.
7.
Sisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha.
Anda
berhak untuk menikmati keuntungan dari bisnis anda, namun itu bukan berarti
anda boleh menghabiskannya begitu saja. Anda tetap harus menyisihkan sebagian
keuntungan untuk pengembangan usaha. Salah satu tugas penting manajemen
keuangan adalah menjaga kelangsungan hidup bisnis dengan mendorong dan
mengarahkan investasi ke bidang-bidang yang menguntungkan.
Semakin
besar dan luas bidang usaha, semakin kompleks pengelolaan keuangan suatu usaha.
Ketika usaha anda melibatkan kreditor dan investor, maka semakin tinggi
tuntutan untuk mempunyai sistem pencatatan keuangan yang baik. Keberhasilan
bisnis anda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan anda menjual, melainkan juga
mengatur keuangan. Semoga tujuh tips dasar manajemen keuangan sederhana ini bermanfaat
dan dapat anda terapkan untuk membantu bisnis anda.
http://blog.bursamuslim.com/7-tips-manajemen-keuangan-bagi-usaha-kecil-dan-menengah/
Produksi dalam negeri vs produk luar negeri
Maraknya perdagangan bebas
mengakibatkan banyaknya barang-barang impor dari luar negeri masuk ke Indonesia
dan tentu saja berdampak pada penjualan produk lokal. Hal ini membuat
persaingan antar produk dalam negeri semakin berat. Salahsatunya fenomena
merebaknya produk impor China di pasar domestic dapat dijadikan bukti bahwa
produk yang memiliki daya saing tinggi dan harga yang kompetitif dapat merajai
pasar dan mengalahkan produk lokal. Daya saing merupakan kata kunci untuk
menentukan keunggulan, juga diyakini sebagai salah satu kunci mempercepat
pertumbuhan ekonomi nasional.
Faktor penyebab lemahnya daya saing
produk dalam negeri
Mahalnya biaya transportasi dan ongkos produksi di Indonesia berdampak kepada harga suatu produk menjadi tidak kompetitif di pasar Lokal juga pasar Internasional. Hasil industri Indonesia nyaris hanya bisa bertahan pada pasar dalam negeri. Bahkan sekarang sudah mulai tertekan karena desakan barang yang sama dari China, yang harganya pun jauh lebih murah walaupun memiliki kelemahan pada sisi mutu.
Mahalnya biaya transportasi dan ongkos produksi di Indonesia berdampak kepada harga suatu produk menjadi tidak kompetitif di pasar Lokal juga pasar Internasional. Hasil industri Indonesia nyaris hanya bisa bertahan pada pasar dalam negeri. Bahkan sekarang sudah mulai tertekan karena desakan barang yang sama dari China, yang harganya pun jauh lebih murah walaupun memiliki kelemahan pada sisi mutu.
Kelemahan produk dalam negeri
Ketidakmampuan industri Indonesia melakukan pengurangan ongkos produksi dan distribusi, serta hancurnya sarana infrastruktur antar pulau dan banyak yang sudah mengalami kerusakan berat, ditambah lagi bahan baku yang digunakan memakai barang import membuat harga produk lokal melambung tinggi di bandingkan produk luar negeri.
Ketidakmampuan industri Indonesia melakukan pengurangan ongkos produksi dan distribusi, serta hancurnya sarana infrastruktur antar pulau dan banyak yang sudah mengalami kerusakan berat, ditambah lagi bahan baku yang digunakan memakai barang import membuat harga produk lokal melambung tinggi di bandingkan produk luar negeri.
Permasalahan lain
Kemauan dari segi sumber daya manusia tidak cukup, karena fasilitas pendukungnya belum terpenuhi. Sebagai contoh kebanyakan masyarakat Indonesia hanya mengandalkan pengalaman yang dimiliki tanpa diiringi penguasaan konsep dan teknologi yang membuat tidak maksimalnya proses produksi.
Kemauan dari segi sumber daya manusia tidak cukup, karena fasilitas pendukungnya belum terpenuhi. Sebagai contoh kebanyakan masyarakat Indonesia hanya mengandalkan pengalaman yang dimiliki tanpa diiringi penguasaan konsep dan teknologi yang membuat tidak maksimalnya proses produksi.
Permasalahan lainnya penyaluran dana
dari pemerintah kepada pengusaha kecil menengah belum termanfaatkan secara
maksimal. Karena ternyata dalam penyalurannya banyak yang tidak tepat sasaran.
Kurangnya kesadaran dan kebanggaan
untuk menggunakan produk dalam negeri, merupakan pola pikir kebanyakan
masyarakat Indonesia bahwa produksi luar negeri selalu atau bahkan selamanya
memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan produksi dalam negeri. Bahkan
tidak sedikit dari mereka yang menganggap bahwa membeli barang produksi dalam
negeri sama saja dengan membuang uang. Sangat signifikan konsep ini jika kita
melihat keadaan yang sebenernya. Contohnya saja mungkin banyak yang akan
tercengang ketika mereka megetahui bahwa banyak perusahaan barang-barang label
luar menggunakan jasa orang Indonesia atau bahan baku dari dalam negeri untuk
membuat produk mereka.
Untuk itu, kita harus banyak belajar
dari masyarakat korea dan jepang, mereka akan merasa lebih bangga dan
lebih elit jika menggunakan produk Negara mereka sendiri. Bahkan masyarakat
jepang hampir anti dengan produk impor. Mereka akan tetap mengonsumsi produk
dari Negara mereka sendiri walaupun harganya lebih mahal dan kualitas lebih
rendah. Tetapi dengan tindakan seperti itu justru membangkitkan semangat
produsen dalam negeri untuk memberikan yang lebih baik bagi para konsumen
mereka.
Dampak Positif
- Semakin mudah memperoleh
barang-barang yang dibutuhkan masyarakat yang belum bisa diproduksi di
Indonesia
- Memberikan kesempatan kepada
masyarakat menengah kebawah untuk bias memiliki barang-barang berbasis
teknologi dengan harga murah.
Dampak Negatif
- Terancamnya para pengusaha UMKM
di Indonesia.
- Kurang terserapnya tenaga kerja
dalam negeri.
- Kemungkinan hilangnya pasar
produk ekspor Indonesia karena kalah bersaing dengan produksi Negara lain
yang lebih murah dan berkualitas. Contoh : Pertanian, kalah jauh dari
Thailand.
- Membanjirnya produk impor di
pasaran Indonesia sehingga mematikan usaha-usaha di Indonesia. Contoh :
ancaman produk batik China.
- Menjadikan sifat masyarakat
Indonesia yang konsumtif untuk membeli barang yang tidak terlalu
dibutuhkan diakarenakan harga yang murah.
Langkah-langkah yang perlu
diterapkan untuk mengembangkan produksi dalam negeri
- Kita harus mengkaji
kebijakan-kebijakan China dalam perekonomian khususnya dalam memajukan
industry perdagangannya.
- Dengan melakukan pembenahan
baik dari segi regulasi perdaganan maupun dalam hal kebijakan perdagangan.
- Meningkatkan mutu sumber daya
manusia, baik pelaku usaha maupun tenaga kerjanya.
- Memaksimalkan peran akademisi
seperti para peneliti dan ahli ilmu teknologi untuk menunjang dunia usaha.
- Dengan menerapkan dan melakukan
peningkatan program P3DN. (merupakan upaya pemerintah untuk.
- mendorong masyarakat agar lebih
menggunakan produk dalam negeri disbanding produk luar negeri).
Motif-motif membeli para konsumen
Dalam bidang penjualan tatap muka maupun
dalam bidang pengiklanan, digunakan motif-motif khusus untuk menarik para
pembeli.
Seorang penjual yang berpengalaman mengetahui bahwa : "Apabila kita akan menjual sesuatu kepada seorang calon pembeli, maka kita perlu mengetahui apa saja yang menarik baginya".
Jadi, guna memahami pembeli, perlu kita mengenal motif-motif yang menyebabkannya bertindak.
Motif-motif pembelian diklasifikasi dalam kelompok :
— Motif-motif pembelian emosional:
— Motif-motif pembelian rasional
Motif-motif emosional bersifat subyektif dan impulsif.
Misalnya : Seorang pria membeli sebuah stelan jas baru. Bukan karena ia membutuhkannya, tetapi karena ia ingin mendapatkan penghargaan.
Di dalam motif-motif emosional termasuk :
• perasaan lapar:
• kebanggaan:
• status;
• keamanan (Safety):
• komfor/kenyamanan (Comfort).
Para penjual barang-barang yang berwujud (Tangible Articles) seperti misalnya :
— alat-alat musik;
— peralatan untuk olah raga;
— alat-alat mebel (Furniture), sangat mengandalkan diri pada motif-motif pembelian emosional seperti misalnya :
- kesenangan:
- kenyamanan atau
- distinksi.
Motif-motif rasional yaitu motif-motif yang dihasilkan oleh proses penalaran logikal.
Sebuah produk yang baru dibeli setelah dipertimbangkan semua keuntungan dan kerugiannya bukanlah dibeli berdasarkan impuls.
Beberapa di antara motif-motif rasional yang umum digunakan adalah :
• penghematan (Economy);
• dapat dipercaya (Dependability);
• harga layak (Fair Price);
• kualitas (Quality).
Apabila orang misalnya menjual jam tangan, maka harga layak dan "dapat dipercaya" merupakan motif-motif pembelian yang jauh lebih meyakinkan dibandingkan dengan motif-motif emosional seperti misalnya :
• kepastian;
• penghargaan atau
• superioritas.
Seorang pembeli tipikal misainya dapat bereaksi terhadap motif emosional ataupun motif rasional.
Keputusan untuk membeli mobil tertentu mungkin bersifat emosional, tetapi pilihan merk mobil mungkin bersifat rasional.
Prof M.T. Copeland mengemukakan pembagian berikut tentang motif-motif pembelian?
Rational Buying Motives : Motif-motif rasional yang menyebabkan orang membeli :
1. Handiness — mudah dalam pemakaian
2. Efficiency in operation or use — efisien penggunaannya
3. Dependability in quality — kualitas yang terjamin
4. Dependability in use — jaminan dalam hal pemakaian
5. Realibility of auxiliary service – dapat dipercaya dalam hal pemenuhan kebutuhan akan
servis tambahan
6. Enhancement of earnings – bertambahnya pendapatan oleh karenanya
7. Durability — awet
8. Economy in use — hemat dalam pemakaian
9. Economy buying motives — hemat dalam pembelian.
Emotional Buying Motives (Motif-motif emosional yang menyebabkan orang membeli) :
1. Distinctiveness — menonjolkan si pemakai
2. Emulation — menimbulkan iri hati
3. Economic emulation - persaingan ekonomi
4. Pride of personal appearance - kebanggaan pribadi
5. Pride of appearance of property - kebanggaan yang timbul oleh pemilikan benda tersebut
6. Social achievement — sukses dalam bidang sosial
7. Proficiency — keahlian
8. Expression of artistic taste — pernyataan selera artistik
9. Happy selection — pemilihan yang menyenangkan
10. Ambition - ambisi
11. Romantic instinct — naluri romantik
12. Cleanliness — kebersihan
13. Proper care of children — pemeliharaan anak-anak dengan baik
14. Satisfaction appetite — pemuasan selera
15. Pleasing to sense of taste — menyenangkan bagi cita rasa
16. Securing personal comfort — menjamin komfor pribadi
17. Allevation of laborious tasks — meringankan tugas-tugas berat
18. Security from danger - perlindungan terhadap bahaya
19. Pleasure of recreation - kesenangan karena rekreasi
20. Entertainment — hiburan
21. Obtaining opportunity for greater leisure - mencapai kesempatan waktu luang lebih banyak.
Seorang penjual yang berpengalaman mengetahui bahwa : "Apabila kita akan menjual sesuatu kepada seorang calon pembeli, maka kita perlu mengetahui apa saja yang menarik baginya".
Jadi, guna memahami pembeli, perlu kita mengenal motif-motif yang menyebabkannya bertindak.
Motif-motif pembelian diklasifikasi dalam kelompok :
— Motif-motif pembelian emosional:
— Motif-motif pembelian rasional
Motif-motif emosional bersifat subyektif dan impulsif.
Misalnya : Seorang pria membeli sebuah stelan jas baru. Bukan karena ia membutuhkannya, tetapi karena ia ingin mendapatkan penghargaan.
Di dalam motif-motif emosional termasuk :
• perasaan lapar:
• kebanggaan:
• status;
• keamanan (Safety):
• komfor/kenyamanan (Comfort).
Para penjual barang-barang yang berwujud (Tangible Articles) seperti misalnya :
— alat-alat musik;
— peralatan untuk olah raga;
— alat-alat mebel (Furniture), sangat mengandalkan diri pada motif-motif pembelian emosional seperti misalnya :
- kesenangan:
- kenyamanan atau
- distinksi.
Motif-motif rasional yaitu motif-motif yang dihasilkan oleh proses penalaran logikal.
Sebuah produk yang baru dibeli setelah dipertimbangkan semua keuntungan dan kerugiannya bukanlah dibeli berdasarkan impuls.
Beberapa di antara motif-motif rasional yang umum digunakan adalah :
• penghematan (Economy);
• dapat dipercaya (Dependability);
• harga layak (Fair Price);
• kualitas (Quality).
Apabila orang misalnya menjual jam tangan, maka harga layak dan "dapat dipercaya" merupakan motif-motif pembelian yang jauh lebih meyakinkan dibandingkan dengan motif-motif emosional seperti misalnya :
• kepastian;
• penghargaan atau
• superioritas.
Seorang pembeli tipikal misainya dapat bereaksi terhadap motif emosional ataupun motif rasional.
Keputusan untuk membeli mobil tertentu mungkin bersifat emosional, tetapi pilihan merk mobil mungkin bersifat rasional.
Prof M.T. Copeland mengemukakan pembagian berikut tentang motif-motif pembelian?
Rational Buying Motives : Motif-motif rasional yang menyebabkan orang membeli :
1. Handiness — mudah dalam pemakaian
2. Efficiency in operation or use — efisien penggunaannya
3. Dependability in quality — kualitas yang terjamin
4. Dependability in use — jaminan dalam hal pemakaian
5. Realibility of auxiliary service – dapat dipercaya dalam hal pemenuhan kebutuhan akan
servis tambahan
6. Enhancement of earnings – bertambahnya pendapatan oleh karenanya
7. Durability — awet
8. Economy in use — hemat dalam pemakaian
9. Economy buying motives — hemat dalam pembelian.
Emotional Buying Motives (Motif-motif emosional yang menyebabkan orang membeli) :
1. Distinctiveness — menonjolkan si pemakai
2. Emulation — menimbulkan iri hati
3. Economic emulation - persaingan ekonomi
4. Pride of personal appearance - kebanggaan pribadi
5. Pride of appearance of property - kebanggaan yang timbul oleh pemilikan benda tersebut
6. Social achievement — sukses dalam bidang sosial
7. Proficiency — keahlian
8. Expression of artistic taste — pernyataan selera artistik
9. Happy selection — pemilihan yang menyenangkan
10. Ambition - ambisi
11. Romantic instinct — naluri romantik
12. Cleanliness — kebersihan
13. Proper care of children — pemeliharaan anak-anak dengan baik
14. Satisfaction appetite — pemuasan selera
15. Pleasing to sense of taste — menyenangkan bagi cita rasa
16. Securing personal comfort — menjamin komfor pribadi
17. Allevation of laborious tasks — meringankan tugas-tugas berat
18. Security from danger - perlindungan terhadap bahaya
19. Pleasure of recreation - kesenangan karena rekreasi
20. Entertainment — hiburan
21. Obtaining opportunity for greater leisure - mencapai kesempatan waktu luang lebih banyak.
Sumber : http://ilmudanpengetahuangratis.blogspot.com/2015/01/motif-motif-membeli-para-konsumen.html
Manajemen Bisnis - 5 Langkah Membuat Produk Anda Memiliki Nilai Lebih
Produk baik berupa barang atau jasa
merupakan sumber penghasilan dari suatu perusahaan. Produk adalah sesuatu yang
ditawarkan oleh pihak produsen kepada konsumen. Karena itu produk tidak dapat
anda tawarkan begitu saja dengan konsumen tanpa membuatnya menjadi lebih
menarik dibandingkan dengan produk pesaing anda. Harus ada nilai lebih yang
bisa menjadi alasan kenapa konsumen harus memilih produk anda. Karena itu saya
menyusun daftar atau check list atau standar yang sebaiknya dipenuhi agar
produk anda mampu bersaing dan mudah-mudahan dapat membuat konsumen memilih
produk anda.
- Kualitas Terbaik
Kualitas merupakan standar pertama yang harus dipenuhi oleh suatu produk dan layanan. Tidak ada kompromi untuk standar kualitas suatu produk kecuali anda mau mengubah kemasan produk dan nama perusahaan anda. Kenapa karena tanpa kualitas anda hanya dapat menipu konsumen sekali saja, begitu konsumen membeli produk anda dan tidak menemukan kualitas yang diharapkan maka konsumen tersebut kemungkinan besar akan meninggalkan anda. Kecuali memang tidak ada pilihan lain selain produk anda. Kualitas yang baik akan memberikan pengalaman baik kepada konsumen dan konsumen bisa menjadi iklan bagi produk anda karena dia akan berbagi pengalaman baik tersebut dengan konsumen lainnya. Jangan pernah berpikir kalau produk anda berkualitas maka daya tahan yang lama akan membuat konsumen lama untuk membeli lagi produk anda. Pandangan itu salah, karena bila anda mengidahkan kualitas yang ada konsumen beralih dari produk anda. Kualitas bukan ditentukan oleh produsen akan tetapi ditentukan oleh kepuasan konsumen. Jadi berikan yang terbaik untuk kualitas produk anda agar anda dapat menerima hasil terbaik dari pelanggan anda. - Harga Pantas
Orang bilang harga tidak berbohong yang artinya bila harga suatu barang mahal maka memang harga mahal itu wajar untuk produk yang berkualitas. Maksud sebenarnya adalah harga suatu produk haruslah dalam jangkauan yang wajar, tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah. Karena bila harga terlalu mahal maka konsumen akan berpikir beberapa kali sebelum membeli produk anda. Beberapa orang justru lebih memilih membeli produk yang lebih murah asal bisa dipakai, tanpa memikirkan kualitas. Namun tentu hal ini tidak berlaku lama, karena dengan proses waktu maka konsumen tersebut akan tersadar bahwa sebenarnya membeli produk berkualitas akan lebih menguntungkan dari segi penghematan biaya, waktu, dan tenaga. Namun harga yang terlalu murah pun akan menimbulkan kecurigaan dan kesan murahan serta tidak berkualitas bagi produk anda, walaupun pada kenyataannya produk anda memiliki kualitas yang baik. Karena itu anda harus pintar menentukan harga yang wajar dan pantas untuk produk anda. Berikut cara menentukan harga yang wajar dan pantas untuk produk anda: - Tentukan harga modal per item
dari produk anda. Jumlahkan biaya produksi, biaya promosi, dan biaya
distribusi per item produk. Lalu jadikan total biaya per item produksi
menjadi harga modal untuk produk anda.
- Lakukan survei produk sejenis
dan tentukan range produk untuk kategori murahan dan kemahalan. Caranya
lihat dari kemasan produk dan pastikan kualitasnya baik, bila kemasan
menarik dan harga sedikit diatas harga rata-rata produk sejenis maka
harga tersebut bisa jadi menjadi patokan harga tertinggi untuk harga
wajar atau pantas untuk produk tersebut. Barang yang dianggap murah
biasanya bisa kelihatan dari kemasannya, kemasan yang biasa dan tidak
menarik membuat biaya produksinya menjadi murah, namun kemasan tidak
menunjukan kualitas jadi anda harus mencari patokan barang berkualitas
dengan kemasan biasa dan jadikan harga barang tersebut menjadi harga
terendah untuk harga pantas produk tersebut.
- Anda tinggal memilih dari
jangkauan harga wajar dari harga tertinggi dan terendah produk tersebut
dan mungkin baik untuk memilih tidak terlalu jauh dari harga wajar
terendah sebagai awal produk anda. Anda dapat meningkatkan harga seiring
perkembangan dari produk anda.
- Kemasan Menarik
Kemasan merupakan kunci pemikat pertama dari suatu produk. Kemasan menjadi daya tarik visual untuk produk anda. Pandangan visual merupakan interaksi tercepat dan mungkin yang pertama yang dapat dilakukan oleh konsumen dengan produk anda. Saat ini konsumen lebih sudah tidak terlalu sensitif terhadap harga. Karena bila anda menjual produk diluar kebutuhan pokok maka target pemasaran anda sebagian besar terhadap golongan menengah ke atas yang menjadikan harga bukan faktor utama untuk keputusan membeli suatu produk. Apa yang mereka lihat dan rasakan akan menjadi andil penentu dari keputusan pembelian terhadap produk anda. Karena itu kemasan yang memberikan pengalaman baik kepada konsumen akan membuat konsumen mengingat produk anda dan tentu berpeluang besar menjadi pembeli produk anda. Karena itu pastikan kemasan produk anda memiliki kemasan dengan: - Menarik, desain produk yang
menarik dan unik akan menjadi nilai lebih yang membedakan produk anda
dengan produk sejenis. Desain yang menarik akan memikat konsumen pada
saat melihat produk anda dan membuatnya berpeluang menjadi pembeli.
Karena bagaimana konsumen akan membeli produk anda bila melihatnya saja
ia tidak tertarik. Karena itu pastikan desain produk anda dapat menarik
perhatian konsumen.
- Bentuk yang ergonomis, bentuk
yang disesuaikan dengan keadaan fisik manusia membuat pengguna produk
lebih nyaman dalam menggunakan produk tersebut. Contohnya produk kursi
yang di desain bentuknya agar ergonomis akan membuat seseorang dapat
duduk lebih lama di kursi tersebut dibandingkan duduk di bangku biasa yang
bentuknya standar saja. Kenyamanan merupakan pengelaman yang sangat baik
bagi konsumen dan menjadikan konsumen betah menggunakan produk anda.
- Sentuhan berkualitas, setelah
melihat konsumen akan tertarik untuk menyentuhnya. Ada beberapa barang
yang menjadikan sentuhan merupakan jawaban dari kualitas suatu produk,
contohnya produk tekstil. Dengan menyentuhnya maka konsumen dapat
merasakan kualitas dan pengalaman yang baik dari produk anda.
- Aroma yang menggugah, aroma
secara tidak sadar mempengaruhi kondisi psikologis seseorang. Seperti
kita tau ada terapi dengan aroma yang mampu menenangkan jiwa seseorang.
Karena itu aroma yang menarik dan menggugah konsumen akan membantu
membuat konsumen menjadi pembeli produk anda. Apalagi bila produk
makanan, dulu di Bandung jaman kuliah saya sering mencoba makanan baru
karena tidak tahan mencium aroma masakan yang begitu menggoda.
- Informasi baik, jangan lupa
sertakan informasi penting dengan produk anda. Baik itu cara penggunaan,
efek samping, kandungan produk, alamat perusahaan, dan informasi lainnya
untuk membantu pembeli mengetahui lebih jauh apakah mereka telah membeli
produk yang mereka inginkan. Jangan sampai pembeli merasa tertipu dengan
produk anda karena hal ini akan membuat konsumen tidak akan membeli
produk anda untuk kedua kalinya.
- Penuhi Kebutuhan Konsumen
Anda harus jeli melihat kebutuhan konsumen, apa yang sedang mereka perlukan atau yang akan mereka butuhkan. Contohnya para produsen baju memproduksi jaket lebih banyak pada saat musim hujan karena kebanyakan orang membutuhkan jaket pada saat musim hujan. Namun bisa saja bila anda pandai menganalisa perkembangan pasar maka anda bisa melihat apa yang bisa anda keluarkan dan menjadi barang kebutuhan konsumen. Namun biasanya hal seperti ini terjadi dalam jangka panjang. - Ikuti Tren Pasar
Anda senang tren, atau model yang sedang laku di pasaran. Tidak ada salahnya kita selalu terbuka dan menerima perubahan pasar. Karena perubahan tren pasar merupakan perubahan kebutuhan para konsumen. Tren justru akan menjadi sesuatu yang dapat memicu penjualan produk anda. Pada saat mobil sedang tren mengeluarkan model SUV, maka konsumen pun ramai-ramai membeli model SUV. Hal ini karena tren pasar sedang menuju ke kendaraan multi fungsi. Jadi bila anda tidak mengikuti perkembangan pasar, maka anda tentu pasti akan ketinggalan dari para pesaing anda.
Langganan:
Postingan (Atom)